Study Tour Kelas 5

Sabtu, 04 Mei 2013

PR Liburan Untik Siswa Kelas 5

Assalamu'alaikum tugas selama libur UN untuk siswa kelas 5 silahkan didownload di sini


- Mapel IPA : Soal IPA
- Mapel Bahasa Inggris : Soal Bahasa Inggris
- Mapel Matematika : Soal Matematika

Selamat mengerjakan dan jangan lupa berdoa.

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 17 Oktober 2012

COMPOSING E-LEARNING WITH LECTORA, A TRAINING IN SDIT LUQMAN AL HAKIM

Wednesday, October 17th 2012, some teachers followed a training to compose a learning based on e-learning. For you who want to learn more about Lectora may download this file.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 03 Agustus 2012

Pembelajaran Matematika kelas 6 terbaru september 2012

untuk pembelajaran Matematika kelas enam di rumah selama liburan silakan download di sini,(4shared) atau di sini (Ziddu)

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 26 Desember 2011

INFO PENERIMAAN PENDATAAN SISWA BARU 2012/2013


[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 21 Juni 2009

Angkatan IX SDIT Luqman Al Hakim 100 % Lulus

Hari Sabtu, 20 Juni 2009 merupakan momentum penting bagi siswa dan siswi kelas VI SDIT Luqman Al Hakim. Pasalnya pada saat itulah diumumkan bahwa 100 % angkatan IX SDIT Luqman AL Hakim Tahun Ajaran 2008/2009 LULUS. Dari hasil yang ada diperoleh perincian sebagai berikut :

B.IND MTK IPA Jumlah
Nilai Tertinggi

9.6

10

9.75

29.35

Nilai Terendah

5.8

3

5.5

15.6

Rata-Rata

8.7

8.94

8.68

26.32


Dengan demikian SDIT Luqman Al Hakim tingkat UPT SD wilayah Yogyakarta Timur masuk klasifikasi A dan menduduki peringkat no 1 untuk nilai tertinggi individu dan rerata tertinggi sekolah. Sedangkan untuk tingkat Kota Yogyakarta menduduki peringkat ke enam dan tingkat propinsi peringkat 39. Rincian dapat dilihat di tabel berikut :


B.INDO MTK IPA Jumlah Nilai
Sub Rayon Swasta 2 1 1 1
Swasta + Negeri 2 1 1 1
Kota/Kab Swasta 5 2 2 3
Swasta + Negeri 8 5 4 6
Propinsi Swasta 17 17 20 17
Swasta + Negeri 45 57 50 39

Menurut Ust Sunaryo sebagai koordinator kelas 6 hasil UASBN tahun ini secara kuantitas rerata naik dari tahun kemarin, sedangkan secara kualitatif dibandingkan sekolah lain turun dari tahun kemarin. Alhamdulillah terhadap semua hasil yang ada. Bersyukur dan bermuhasabah adalah langkah terbaik untuk mensikapi hal ini. Terima kasih atas segala daya upaya serta do’a Ustadz, Ustadzah, Karyawan, Yayasan, Orang Tua, Dinas Pendidikan baik sub rayon, kota, propinsi serta mitra kerja SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. (Yun)

Download Hasil UASBN SDIT Luqman Al-Hakim

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 18 Juni 2009

Sambutan Kepala Sekolah SDIT Luqman Al-Hakim

By: Ust Drs. Ahmad Burhani

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Illahy Rabby yang telah melimpahkan rahmat yang tiada tersendat, berkah tiada terpatah kepada kita sehingga dapat menunaikan tugas sebagai hamba Allah SWT dan tugas melangsungkan risalah warisan Rasul. Shalawat dan salam semoga tercurahkan pada junjungan nabi agung Muhammad SAW yang telah memandu manusia ke jalan fitrah sejati.

SDIT Luqman Al Hakim sebagai lembaga pendidikan yang dikelola secara profesional, strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif, model pembinaan guru dan siswa yang terorganisir, terumuskan model kerjasama antar lembaga pendidikan Islam regional dan internasional, menghajatkan untuk membuka pintu-pintu informasi yang tiada terbatas di dunia maya dengan tetap membingkainya dengan nilai-nilai Islam. Dunia maya sama juga dengan media informasi manual lainnya memiliki nilai positif dan negatif. Berkaitan dengan dunia maya ini, Esluha membawa bingkai Iman Caracter Information Technologi (ICIT). Maka kehadiran Blog SDIT Luqman Al Hakim sebagai milik Esluha Big Family dapat digunakan sebagai forum komunikasi dan silaturahim seluruh Ustadz/ah, siswa, alumni, orang tua, dan segenap pemerhati pendidikan Islam untuk membawa aura positif dunia maya saat ini. Selamat memanfaatkan ...!

Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dan melimpahkan beberkahan untuk mengukir tugas sejarah keumatan ini. Ya Rabby laa taj’al mushibatana fii diininaa ...
Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yogyakarta, Juni 2009

Drs. Ahmad Burhani
Kepala Sekolah

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 11 Juni 2009

Silaturahmi Edukatif Keluarga Besar SDIT Luqman Al-Hakim ke Ungaran dan Semarang

Hari itu Sabtu tanggal 30 Mei 2009 alhamdulillah akhirnya kami keluarga besar SDIT Luqman Al Hakim dari Yayasan, komite sekolah, guru dan karyawan semua bisa melangsungkan program Silaturahim Edukatif kami yang diadakan tiap tahun. Tahun kemarin kami sudah ke Solo. Tahun ini semestinya kami menuju ke Surabaya tapi karena pihak yang akan kami kujungi sudah mempunyai jadwal padat maka terpaksa di tunda entah kapan.

Setelah bermusyawarah dan cari alternatif-alternatif maka diputuskanlah untuk menuju Ungaran dan Semarang. Sekolah yang kami kunjungi adalah Sekolah Alam Ungaran (SAUNG) yang terletak cukup jauh dari kota Ungaran dan SD Islam Hidayatullah yang terletak di Banyumanik.

Kisah perjalanan (teringat lagunya EDkustik) bermula dari jam 06.00 menuju ke Ungaran. Sampai Ungaran tanya sana-tanya sini hingga akhirnya sampailah ke gerbang masuk menuju SAUNG yang sulit medannya untuk dilalui bis yang kami naiki untuk mencapainya. Duh…tidak kami kira disinilah kami merasakan nikmatnya alam semesta sehingga kami harus berjalan kaki naik turun bukit dengan perasaan ‘riang gembira ’ menuju ke lokasi. Kami kasihan ke Bapak Muslich ketua komite sesepuh kami harus berjalan dan berkeringat. Tapi Alhamdulillah ada guru SAUNG yang membawa motor memboncengkan beliau. Sampai lokasi kami disuguhi dengan keramahan guru-guru disana dan tentu udara serta airnya yang mak nyesss!!. Acara formal berjalan, tapi kami terburu-buru harus cabut karena perjalanan masih satu lagi mengejar waktu ke SD Islam Hidayatullah.

Kisah unik tidak berhanti sampai disini. Kami menuju ke bis harus menempuh jalan yang cukup jauh. Namun berkat kesigapan Ustadz Burhani Bapak Kepsek, kami dicarikan kendaraan. Ustadzah naik L300 sementara para Ustadz mendapatkan hadiah “ Truk bak terbuka”. Wooww…luarbiasa. Bersama kami pak Yusuf dari komitepun ikut naik. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

Sepenggal hari kami teruskan ke SD Islam Hidayatullah. Disini kami mendapatkan pengalaman yang cukup banyak. Share pengalaman dari mulai KBM, Kepegawaian dan pembelajaran Al Qur’an. Perjuangan unik di Semarang ini adalah bagaimana konsentrasi kami mulai terpecah karena menghadapi perut yang dari pagi hingga menjelang asar ini keroncongan. Seusai kami melaksanakan sholat dluhur dan asar dengan di jama’, kami mulai menuju pulang yang sebelumnya hal yang kami tunggu-tunggu adalah mampir makan di warung makan daerah Ungaran. Alhamdulillah sop buntu dan macem-macem makanan mampir juga di perut kami. Usai itu tinggal tidurnya, transit di magelang beli oleh-oleh dan Alhamdulillah sampai di Yogyakarta sudah memasuki malam.
Kisah unik ini kami bagi dengan harapan untuk mengingat-ingat kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kami semua. Majulah wahai keluarga besar SDIT Luqman Al Hakim. Majulah dunia pendidikan! Allahu Akbar!. Yun



[+/-] Selengkapnya...

Majalah Bee Tetap Eksis !

Mungkin sebagian besar pengunjung telah membaca tulisan dari salah satu alumni pertama kami Ana Uswatun Khasanah yang sekarang telah menjadi Mahasiswi salah satu universitas di Malaysia. Cerita tentang majalah BEE-nya memang membekas di hati Ustadz dan Ustadzah SDIT Luqman Al Hakim. Pada waktu itu adik-adik kelasnya juga membuat majalah yang sama baik nama maupun teknik pembuatannya. Hal inilah sesungguhnya yang menjadi cikal bakal media cetak sekolah dengan nama majalah BEE. Entah berapa kali BEE harus berjuang keras untuk bertahan. Dari mulai semua penggarapannya dikerjakan oleh anak-anak dengan bimbingan Ki Dandi hingga sekarang Edisi ke enam yang digarap seluruhnya oleh Ustadz dan Ustadzah dengan menampilkan karya-karya siswa.

Untuk eksis memang butuh support dari semua pihak termasuk pihak rekanan sekolah. Iklan yang ada belum cukup besar untuk bisa mensupport peningkatan kualitas majalah. Kontribusi orang tua/wali murid, pemerhati pendidikan, guru maupun siswa di rasa masih kurang. Padahal kami bercita-cita dari 800an orang tua atau wali murid ketika dapat beriklan bersama dan menjadikan majalah sekolah dari bagian promosi usahanya, insya Allah akan menambah berkah dan ini nantinya dapat member manfaat yang lebih bagi keberadaan Majalah BEE yang tercinta.
Semoga majalah BEE tetap eksis hingga saat ini dan terus akan eksis..eksis…dan eksis. Allahu Akbar!. (Gemar menulis yuk…!). Yun



[+/-] Selengkapnya...

Ghina Wintang Alfiana Siswi Kelas 4 SDIT Luqman Al Hakim mewakili Propinsi DIY Lomba Catur tingkat Nasional

Lihat anaknya pasti tidak mengira kalau Alfi panggilan akrab Ghina Wintang Alfiana siswi kelas 4 SD IT Luqman Al Hakim adalah sang juara I Lomba Catur Tingkat Propinsi DIY kategori SD. Begitu low profile, tapi mempunyai kiat sukses yaitu Do’a dan Percaya Diri. Alfi lahir dari Ayah yang juga pernah menjadi juara catur tingkat Nasional. Hobby catur sejak kelas 3 SD. Pada waktu itu sudah pernah ikutan lomba catur tk Nasional tapi belum lolos. Alfi belajar catur di Sekolah catur Benteng Mataram dan dilatih langsung oleh ayahanda tercinta Moh.Wahyu. Motivasi selalu didapatkan dari sang ibu Estiwati Miharja. Terlahir di Yogyakarta, 23 Maret 1999 dan bertempat tinggal di Jl Arumdalu no 305 A Krapyak Wetan Panggungharjo Sewon Bantul.

Kalau ditanya “Bagaimana perasaanmu ketika menjadi juara catur tingkat Propinsi?”, dia menjawab “ biasa-biasa saja” sebuah jawaban yang menunjukkan betapa low profile-nya ia. Kisah yang cukup unik adalah ketika bertanding tingkat propinsi dia harus berhadapan dengan teman sepermainan sendiri yakni Krisna siswi SDN Jarakan Dongkelan Bantul. Tapi diam-diam dia bercita-cita ingin menjadi seorang pengusaha Sukses. Mungkin akan mengikuti jejak Ibunda Ummul Mukminin Siti Khodijah ra.

Rencana akan berangkat ke Jakarta tanggal 12 Juni 2009 (padahal masih Ulangan Kenaikan Kelas) dan berada di Jakarta selama 10 hari. Kita do’akan semoga Alfi sehat dan terjaga konsentrasinya dan menjadi juara I tingkat Nasional sehingga membawa nama harum sekolah. Amin.

Butuh kerja keras dan do’a dari semua pihak terutama keluarga besar SDIT Luqman Al Hakim. Sukses dan selalu ingat motto sekolah “Bersama Allah menuju masa depan cemerlang”. Amin.(Yun)




[+/-] Selengkapnya...

Mendidik Islami Ala Luqman Al-Hakim

dakwatuna.com - “Dan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi nasehat kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar ….. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (Luqman: 13-19)



Surat Luqman secara umum, terutama ayat 13-19 difahami sebagai surat yang harus dibaca saat prosesi aqiqah atau kesyukuran atas kelahiran seorang anak, dengan harapan bahwa sang ayah nantinya dapat meneladani tokoh Luqman yang diabadikan wasiatnya dan sang anak juga dapat mengikuti petuah dan nasehat seperti halnya anak Luqman. Tentu pemahaman ini dapat diterima, mengingat secara tekstual ayat-ayat ini memang berbicara secara khusus tentang pesan Luqman dalam konteks mendidik anak sesuai dengan pesan Al-Qur’an. Apalagi pesan Luqman dalam surat ini sebenarnya adalah pesan Allah yang dibahasakan melalui lisan Luqman Al-Hakim sehingga sifatnya mutlak dan mengikat; pesan Luqman dalam bentuk perintah berarti perintah Allah, demikian juga nasehatnya dalam bentuk larangan pada masa yang sama adalah juga larangan Allah yang harus dihindari.

Luqman yang dimaksud dalam ayat-ayat ini menurut Ibnu Katsir adalah Luqman bin Anqa’ bin Sadun. Ia adalah anak dari seorang bapak yang Tsaaran. Pengabadian kisah Luqman memang berbeda dengan pengabdian tokoh lain yang lebih komprehensif. Pengabadian Luqman hanya berkisar seputar nasehat dan petuahnya yang sangat layak dijadikan acuan dalam mendidik anak secara Islami.

Tentu masih banyak lagi cara Islami dalam mendidik anak berdasarkan ayat-ayat atau hadits Rasulullah saw yang lain. Namun paling tidak, pesan Luqman ini bukan sekedar pesan biasa umumnya seorang bapak kepada anaknya, namun merupakan pesan yang penuh dengan sentuhan kasih sayang dan sarat dengan muatan ideologis serta tersusun berdasarkan skala prioritas dari pesan agar mengesakan Allah dan tidak menmpersekutukannya sampai pada pesan untuk bersikap tawadu’ dan santun yang tercermin dalam cara berjalan dan berbicara. Kedua jenis pesan dan nasehat tersebut ternyata tidak keluar dari dua prinsip utama dalam ajaran Islam yaitu ajaran tentang akidah dan akhlak.

Menurut Sayid Quthb, rangkaian ayat-ayat berbicara tentang Luqman dan nasihatnya yang diawali dengan anugerah hikmah kepada Luqman di ayat 12 merupakan pembahasan kedua dari pembahasan surat Luqman yang masih sangat terkait dengan pembahasan episode pertama, yaitu persoalan akidah. Pesan Luqman sendiri pada intinya adalah pesan akidah yang memiliki beberapa konsekuensi; di antaranya berbakti dan berbuat ma’ruf kepada kedua orang tua sebagai bukti rasa syukur atas kasih sayang dan pengorbanan mereka merupakan tuntutan atas akidah yang benar kepada Allah swt. Senantiasa merasakan kehadiran dan pengawasan Allah dalam setiap langkah dan perbuatan merupakan aktualisasi dari keyakinan akan sifat Allah Yang Mengetahui, Maha Mendengar dan Maha Mengawasi. Serta menjalankan aktifitas amar ma’ruf dan nahi munkar yang disertai dengan sikap sabar dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan merupakan bukti akan keluatan iman yang bersemayam di dalam hati sanubari, hingga pada pesan untuk senantiasa bersikap tawadu’ dan tidak sombong, baik dalam bersikap maupun dalam berbicara. Semuanya tidak lepas dari ikatan dan tuntutan akidah yang benar.
Dominasi pembahasan seputar akidah dalam surat ini memang wajar karena surat Luqman termasuk surat Makkiyyah yang notabene memberi fokus pada penanaman dan penguatan akidah secara prioritas..

Terlepas dari pro kontra siapa Luqman sesungguhnya; apakah ia seorang nabi ataukah ia hanya seorang lelaki shalih yang diberi ilmu dan hikmah, yang jelas jumhur ulama lebih cenderung memilih pendapat yang mengatakan bahwa ia hanya seorang hamba yang shalih dan ahli hikmah, bukan seorang nabi seperti yang diperkatakan oleh sebagian ulama. Gelar Al-Hakim di akhir nama Luqman tentu gelar yang tepat untuknya sesuai dengan ucapannya, perbuatan dan sikapnya yang memang menunjukkan sikap yang bijaksana. Allah sendiri telah menganugerahinya hikmah seperti yang ditegaskan dalam ayat sebelumnya:
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji“. (Luqman: 12)

Yang menarik disini bahwa ternyata sosok Luqman bukanlah seorang yang terpandang atau memiliki pengaruh. Ia hanya seorang hamba Habasyah yang berkulit hitam dan tidak punya kedudukan sosial yang tinggi di masyarakat. Namun hikmah yang diterimanya menjadikan ucapannya dalam bentuk pesan dan nasehat layak untuk diikuti oleh seluruh orang tua tanpa terkecuali. Hal ini terungkap dalam riwayat Ibnu Jarir bahwa seseorang yang berkulit hitam pernah mengadu kepada Sa’id bin Musayyib. Maka Sa’id menenangkannya dengan mengatakan: “Janganlah engkau bersedih (berkecil hati) karena warna kulitmu hitam. Sesungguhnya terdapat tiga orang pilihan yang kesemuanya berkulit hitam, yaitu Bilal, Mahja’ maula Umar bin Khattab dan Luqman Al-Hakim”.

Rangkaian pesan dan nasehat Luqman yang tersebut dalam 7 ayat di atas secara redaksional dapat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu bentuk larangan yang berjumlah 3 ayat dan redaksi perintah yang berjumlah 3 ayat. Sedangkan yang mengapit antara keduanya adalah pesan untuk senantiasa muraqabtuLlah karena Allah Maha Mengetahui apa yang dilakukan oleh setiap hambaNya tanpa terkecuali meskipun hanya sebesar biji zarrah dan dilakukan di tempat yang sangat mustahil diketahui oleh siapapun melainkan oleh Allah swt. Tiga larangan yang dimaksud adalah larangan mempersekutukan Allah, larangan menta’ati perintah kedua orang tua dalam konteks kemaksiatan, serta larangan bersikap sombong. Sedangkan nasehat dalam bentuk perintah diawali dengan perintah berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua dalam keadaan apapun mereka yang diringi dengan mensyukuri Allah atas segala anugerah dan limpahan rahmatNya dalam beragam bentuk, perintah untuk mendirikan shalat, memerintah yang ma’ruf dan mencegah yang munkar serta perintah bersikap sederhana dalam berjalan dan bersuara (berbicara).

Dalam menjelaskan secara aplikatif tafsir ayat 15 dari surat Luqman ini, Ibnul Atsir dalam kitab Usudul Ghabah ( 2: 216) menukil riwayat Thabrani yang mengetengahkan kisah seorang anak yang bernama Sa’ad bin Malik yang tetap berbakti menghadapi ibundanya yang menentang keras keislamannya dengan melakukan aksi mogok makan beberapa hari lamanya sehingga terlihat kepenatan menimpa ibundanya. Namun dengan tegas dan tetap menunjukkan baktinya Sa’ad berkata dengan bijak kepada ibundanya: “Wahai ibu, sekiranya engkau memiliki seratus nyawa. Lalu satu persatu nyawa itu keluar dari jasadmu agar aku meninggalkan agama (Islam) ini maka aku tidak akan pernah menuruti keinginanmu. Jika engkau sudi silahkan makan makanan yang telah aku sediakan. Namun jika engkau tidak berkenan, maka tidak masalah.”
Akhirnya ibu Sa’ad pun memakan makanan yang dihidangkannya, karena merasa bahwa upaya yang cukup ekstrim itu tidak akan meluluhkan keteguhan hati anaknya dalam agama Islam. Tentu sikap yang bijak yang ditunjukkan oleh seorang anak terhadap sikap memaksa kedua orang tuanya yang digambarkan dalam ayat ke 15 tidak akan hadir secara instan tanpa didahului oleh pemahaman yang benar akan akidah Islam, terutama akidah kepada Allah.

Kisah di atas jelas merupakan sebuah kisah yang sangat menarik dan berat untuk difahami dalam konteks kekinian. Bagaimana secara sinergis seorang anak tetap mampu menghadirkan sikap bakti kepada orang tua dengan tetap mempertahankan ideologi dan keyakinan yang dianutnya yang berbeda dengan keyakinan kedua orang tuanya. Pada ghalibnya seorang anak akan merasakan kesukaran dan keberatan untuk menimbang antara ketaatan kepada perintah orang tua dan bersikap ihsan serta berbakti kepada keduanya. Menurut Ibnu Katsir berbakti kepada kedua orang tua adalah dalam konteks bersilaturahim, mendoakan dan memberikan bantuan yang semestinya yang harus dibedakan dengan ketaatan yang berujung kepada bermaksiat kepada Allah. Tentang hal ini, Sufyan bin Uyainah pernah berkata :
“Barangsiapa yang menegakkan shalat lima waktu berarti ia telah mensyukuri Allah dan barangsiapa yang senantiasa berdoa untuk kedua orang tuanya setiap selesai shalat, maka berarti ia telah mensyukuri kedua orang tuanya.”

Sungguh sebuah sikap yang matang dan bijak yang tentu berawal dari model pendidikan yang bernuansa ‘akidi dan akhlaqi’ dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan tuntutan kekinian yang seimbang dengan landasan prinsip dalam berIslam secara baik dan benar. Anak-anak sekarang sangat mendambakan nasehat orang tua yang memperkuat, bukan memanjakan karena memang mereka hidup untuk zaman yang berbeda dengan zaman kedua orang tuanya seperti yang diisyaratkan oleh Rasulullah dalam haditsnya:
“Pilihlah tempat nuthfahmu untuk dibuahkan. Karena sesungguhnya anak-anakmu dilahirkan untuk zaman mereka yang berbeda dengan zamanmu.”

Demikian nasehat dan pesan Luqman dalam mendidik anaknya yang didahului oleh pendidikan akidah tentang keEsaan Allah dan pengetahuanNya yang absolut yang akan melahirkan sikap mawas diri, hati-hati dan muraqabatuLlah dalam bersikap dan bertindak. Kekuatan dan kemantapan akidah tersebut akan terespon dan termanifestasikan dalam berakhlak dan berperilaku kepada orang lain, terutama sekali terhadap kedua orang tua. Sungguh satu upaya yang serius dari seorang Luqman yang bijak untuk mendekatkan dan memperkenalkan seorang anak sejak dini dengan RabbNya yang berdampak pada kebaikan dan kesejahteraan lahir dan bathin, serta menjadikannya memiliki tingkat imunitas dan pertahanan diri yang kokoh menghadapi beragam godaan kehidupan yang dirasa kian melalaikan dan menjerumuskan. Allahu a’lam




[+/-] Selengkapnya...